
Transformasi digital kini telah merambah hingga sektor pertanian. Teknologi berbasis artificial intelligence (AI) dan energi terbarukan kini tidak hanya digunakan oleh industri besar saja, tapi mulai hadir sebagai inovasi yang menjanjikan untuk mengatasi persoalan klasik pertanian.
Salah satu bukti nyata pemanfaatan teknologi modern tersebut datang dari Andi Fathur Radhy, seorang petani Gen Z yang berasal dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang sukses memadukan AI dan energi surya untuk menciptakan sistem pertanian hidroponik pintar. Melalui inovasinya ini, pemuda 25 tahun tersebut dinobatkan sebagai salah satu penerima SATU Indonesia Awards 2024 berkat mengembangkan teknologi pertanian canggih.
Sebagai informasi, Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards adalah bentuk apresiasi oleh PT Astra International Tbk terhadap anak-anak bangsa yang menciptakan inovasi yang berdampak positif untuk masyarakat sekitarnya di bidang lingkungan, kesehatan, dan teknologi. Adapun penilaian ini ditentukan secara objektif, adil, dan tidak memihak oleh dewan juri dari berbagai latar belakang, diantaranya dosen, birokrat, hingga pegiat seni.
Lahirnya Inovasi Kebun Hidroponik Pintar

Kini, bercocok tanam tak lagi identik dengan lumpur dan cangkul. Adanya teknologi terutama kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) telah membuka peluang baru bagi dunia agro untuk membuat sistem pertanian modern.
Di lahan seluas 16 × 50 meter, Andi Fathur Radhy, bersama saudaranya, mendirikan Samata Green House (SGH), kebun hidroponik yang terintegrasi dengan AI dan Internet of Things (IoT). Inovasi ini diberi nama “Skypian” ini memungkinkan sebuah ekosistem pertanian yang sepenuhnya otomatis.
Sistem AI dapat memonitor 15 ribu tanaman secara otomatis, termasuk mengatur pengairan, pemberian kebutuhan nutrisi tanaman, pengukuran pH, serta memprediksi perubahan cuaca. Seluruh parameter pertumbuhan tanaman dikendalikan oleh teknologi AI yang ada di sistem Skypian.
Menurut Andi, berkat Skypian kini dirinya tak perlu lagi mengecek kondisi tanaman secara manual, karena dapat dikontrol jarak jauh melalui komputer maupun smartphone. Teknologi ini memungkinkan monitoring non-stop melalui informasi yang disajikan dalam aplikasi sehingga ia bisa mengambil keputusan secara tepat waktu ketika terjadi deviasi kondisi di lapangan.
Satu hal yang lebih menakjubkan, sistem perkebunan ini sepenuhnya ditenagai oleh pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang memasok daya listrik sekitar 5.800 watt untuk menyuplai kebutuhan energi seluruh rumah kaca. Dengan begitu akan mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional dan menekan biaya produksi, sekaligus menjadikannya solusi yang sangat ramah lingkungan karena dapat meminimalisir jejak karbon.
Penerapan teknologi AI ini tidak hanya memastikan pertumbuhan tanaman secara optimal dan efisien, namun juga mempercepat waktu panen sayuran seperti selada, pakcoy, dan daun mint dalam waktu 2 minggu saja, jauh lebih cepat dari metode konvensional.
Dampak Sosial, Lingkungan, dan Pemberdayaan Komunitas
Upaya modernisasi pertanian berdampak sangat signifikan tidak hanya bagi Andi dan timnya tetapi juga untuk komunitas petani lokal. Tak hanya berfokus pada optimalisasi produksi saja, Andi juga aktif berbagi ilmu kepada masyarakat melalui program edufarming dengan berbagai pelatihan.
Selain itu, Andi juga memberikan panduan memulai bisnis hidroponik, termasuk penghitungan modal, analisa pasar, hingga strategi pemasaran hasil kebun secara langsung ke konsumen maupun ritel besar. Ini bertujuan untuk membuka peluang usaha, membangun sistem pertanian modern, mewujudkan produksi pangan ramah lingkungan dan menggandeng mitra ritel serta jejaring komunitas petani untuk membangun ekosistem bisnis yang saling menguntungkan.
Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meskipun telah meraih berbagai pencapaian, adopsi AI dan IoT dalam sistem pertanian modern ini masih dihadapkan tantangan besar seperti keterbatasan pengadaan modal awal, literasi teknologi untuk petani senior, kebutuhan integrasi sistem dengan berbagai jenis tanaman hingga adaptasi terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Namun, keberhasilan Andi dalam mengintegrasikan AI, IoT dan energi surya dalam pertanian menjadi bukti potensi yang luar biasa jika teknologi digunakan secara inklusif, kolaboratif, dan penuh semangat pembaruan untuk melahirkan solusi nyata untuk berbagai tantangan pertanian Indonesia.
Melalui Skypian, Andi membuktikan pertanian modern bisa menjadi trend baru dan industri bernilai tambah tinggi apabila dipadukan dengan teknologi yang tepat. Langkah ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak anak muda untuk mengenal teknologi pertanian dan mengubah paradigma bahwa sektor ini masih punya masa depan cerah di era digital.
Kesimpulan
Modernisasi pertanian melalui integrasi artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT) dan tenaga surya yang dilakukan oleh Andi Fathur Radhy berhasil mengangkat citra bertani sebagai profesi yang masih relevan dengan masa depan, sekaligus membuktikan bahwa kemajuan tidak harus lahir di kota besar, melainkan anak muda daerah pun juga bisa menjadi pionir perubahan.
Selain itu, dengan adanya penghargaan seperti SATU Indonesia Awards menjadi bukti bahwa inovasi di sektor pertanian diapresiasi dan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Dengan semangat kolaborasi, kemajuan teknologi, dan dukungan berkelanjutan, potensi terbentuknya lebih banyak figur seperti Andi Fathur Radhy semakin terbuka lebar. #APA2025-PLM
Referensi:
- https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/10/03/plts-dan-aiot-skypian-inovasi-andi-fathur-radhy-di-kebun-hidroponik-sulawesi-selatan
- https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/09/18/kehadiran-ai-dibalik-perkebunan-hidroponik-milik-petani-gen-z
- https://www.sulselnetwork.com/daerah/38415775279/membawa-pertanian-40-ke-indonesia-timur-andi-fathur-radhy-hadirkan-kebun-hidroponik-dengan-tenaga-surya-dan-ai
- https://harian.fajar.co.id/2024/06/28/petani-hidroponik-di-gowa-manfaatkan-teknologi-ai/



