
Di tengah kemajuan teknologi yang kian berkembang dengan pesat, peran guru sebagai pilar pendidikan kini juga dituntut sebagai fasilitator, inovator, sekaligus penggerak perubahan. Sebab, jika dahulu proses belajar mengajar menggunakan metode konvensional, kini sistem pembelajaran berkembang ke arah yang lebih dinamis, kolaboratif, dan berbasis teknologi.
Disinilah konsep creative teaching atau sistem pengajaran kreatif menjadi kunci untuk menjawab tantangan di era digitalisasi saat ini. Apalagi kini muncul teknologi kecerdasan buatan atau AI, guru memiliki lebih banyak kesempatan untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih kreatif dan efektif sehingga dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis, bereksplorasi, dan mengembangkan potensi mereka.
Dan salah satu bentuk dukungan nyata dalam mewujudkan transformasi digital dalam dunia pendidikan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menyelenggarakan Indonesia Digital Learning (IDL) 2025, program pelatihan guru tahunan yang kini telah memasuki tahun ke-13.
Adapun IDL 2025 kali ini mengusung pelatihan “Digital Deep Learning & Creative Teaching dengan Pemanfaatan Teknologi dan AI”. Sebuah bentuk pembelajaran yang sangat relevan di era AI saat ini. Sebab, pelatihan kali tidak hanya sebagai ajang belajar teknologi, tapi juga sebagai gerakan untuk meningkatkan kapabilitas tenaga pendidik dalam menerapkan pembelajaran pembelajaran berbasis teknologi secara kreatif.
IDL 2025: Gerakan Nyata Guru Jabar Jago Digital
Berlangsung di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, pelatihan dengan tema “Guru Jabar Jago Digital” ini diikuti oleh 100 guru terpilih. Mereka datang bukan sekadar untuk menerima pelatihan, melainkan untuk berkembang menjadi tenaga pendidik kreatif yang siap menghadapi tantangan zaman.
Dalam acara ini, juga turut dihadiri oleh Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag. serta beberapa Kepala Dinas Pendidikan setempat, ini menunjukkan bahwa sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri benar-benar mendukung tercapainya sistem pembelajaran yang inovatif, inklusif, dan berorientasi masa depan yang berkelanjutan.

Pelatihan bagi tenaga pendidik ini digelar secara berkelanjutan yang sekaligus menjadi inisiatif nyata Telkom Indonesia dalam mendukung digitalisasi dunia pendidikan. Ini juga menjadi pengingat kembali bahwa transformasi digital di dunia pendidikan bukan lagi sebuah wacana, melainkan misi bersama.
AI dan Deep Learning Mengubah Cara Guru Mengajar
Salah satu fokus utama dalam pelatihan ini adalah bagaimana guru bisa menerapkan konsep deep learning dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran. Kombinasi dua metode pembelajaran ini diharapkan dapat menggali potensi siswa lebih dalam.
Konsep deep learning di dunia pendidikan ini tidak hanya mengajarkan siswa tidak hanya dituntut untuk menghafal materi yang diberikan, tapi juga mampu memahami konsep dari materi tersebut secara menyeluruh dan menerapkannya di dunia nyata.
Sedangkan untuk pemanfaatan teknologi AI, guru dapat membuat sistem pembelajaran visual dengan media digital interaktif dan menyesuaikan materi berdasarkan kebutuhan masing-masing individu. Dengan metode tersebut, guru dapat menganalisis kemampuan siswa dan sistem memberikan feedback secara langsung.
Kemudian dari feedback tersebut, guru dapat fokus memberikan bimbingan pada aspek yang benar-benar dibutuhkan siswanya. Ini memberikan peluang untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih inklusif dan personal.
Sertifikasi Digital, Langkah Guru Menuju Profesionalisme
Sebagai bentuk apresiasi pada guru yang telah mengikuti pelatihan, Telkom juga memberikan kesempatan bagi para guru untuk mendapatkan sertifikasi BNSP bertema teknologi digital.
Dengan begitu, guru tidak hanya memiliki keahlian, tapi juga mendapat pengakuan secara profesional. Ini sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa tenaga pendidik juga mampu bersaing dan beradaptasi dalam dunia digital.
Kesimpulan
Program pelatihan IDL 2025 adalah bukti bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri mampu melahirkan guru-guru yang tidak hanya cerdas secara digital, tapi juga kaya akan kreativitas dan semangat inovasi di dunia digitalisasi.
Dan dengan pendekatan digital yang tepat, sistem pengajaran tak hanya menjadi efisien, tapi juga lebih kreatif, bermakna dan berdampak besar bagi masa depan generasi Indonesia.


