5 Cara Wali Kelas Gunakan IoT untuk Ciptakan Kelas Digital yang Efektif

Photo of author
— 4 menit baca
penerapan IoT di kelas
Penerapan IoT di Kelas. (image: rri.co.id)

Tak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi telah mempengaruhi semua aspek, termasuk juga sektor pendidikan. Tentu ini akan menuntut sekolah untuk mengadopsi teknologi ke dalam sistem pembelajaran, seperti integrasi teknologi Internet of Things (IoT) yang saat ini memegang peran penting dalam mentransformasi sektor pendidikan secara digital.

Selain prasarana sekolah, seluruh tenaga pengajar termasuk wali kelas juga dituntut untuk lebih kreatif, inovatif dan mampu menginspirasi dan memfasilitasi perkembangan murid melalui teknologi.

Penerapan IoT dalam aktivitas belajar mengajar bisa jadi solusi digital yang menciptakan kelas yang lebih interaktif, efektif, dan terkoneksi dengan lebih efisien. Nah, berikut ini mari kita bahas bagaimana penerapan IoT di kelas oleh wali kelas untuk mendidik murid dengan lebih efektif dan efisien:

1. Penggunaan Sistem Absensi Pintar Berbasis IoT

Dulu setiap akan memulai belajar mengajar, wali kelas diwajibkan mengabsen seluruh siswanya satu per satu, tentu ini akan sangat memakan waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, penggunaan sistem absensi pintar berbasis IoT bisa menjadi solusi menghemat waktu dan proses belajar mengajar dapat berjalan tepat waktu.

Biasanya, sistem absensi pintar ini dipasang di dekat pintu kelas, beberapa diantaranya menggunakan sistem sensor fingerprint ataupun biometrik wajah. Melalui sistem ini, kehadiran murid bisa tercatat otomatis dan akurat. Data ini bisa langsung diakses oleh wali kelas melalui dashboard aplikasi absensi dan bahkan bisa dibagikan ke orang tua murid sebagai laporan harian.

2. Penggunaan Proyektor atau Papan digital

Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, guru dan wali kelas dituntut agar lebih kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran. Oleh karena itu, penggunaan proyektor atau papan digital yang terhubung langsung ke internet memberikan pengalaman visual yang interaktif kepada siswa agar mereka dapat lebih memahami materi yang diberikan.

3. Penggunaan Platform Belajar Berbasis IoT

Penggunaan platform belajar berbasis IoT memungkinkan komunikasi antara wali kelas dan murid berlangsung lebih cepat dan efisien. Dimana guru dapat memberikan tugas, jadwal ujian, hingga penilaian tugas yang bisa langsung dikirimkan ke aplikasi platform belajar yang ada di perangkat peserta didik. Bahkan wali kelas juga dapat mengirimkan laporan belajar siswa ke wali murid secara berkala jika diperlukan.

Penggunaan platform belajar ini tidak hanya mempermudah akses ke materi pembelajaran, tetapi juga membantu guru saat mengakses dashboard IoT untuk memantau aktivitas siswa secara real-time, memastikan siswa tetap fokus selama pembelajaran, dan memberikan umpan balik yang sesuai dengan pencapaian masing-masing siswa.

4. Penggunaan Smart Sensor untuk Kelas

Anak-anak pasti akan lebih fokus belajar jika di ruangan yang nyaman. Oleh karena itu, perlu adanya smart sensor yang terhubung dengan IoT di kelas. Sensor-sensor dalam sistem ini mengumpulkan data lingkungan dan mengirimkannya ke unit pengontrol pusat yang menggunakan protokol IoT dan kemudian akan diterapkan pada perangkat IoT, seperti lampu dan AC pintar.

Dengan menggunakan smart sensor di kelas, maka guru dapat memantau kondisi suhu dan kelembaban ruangan secara otomatis. Sehingga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif.

5. Penggunaan Sistem CCTV

Selain untuk memantau keamanan lingkungan sekitar sekolah, penggunaan CCTV yang terhubung dengan teknologi IoT dapat juga digunakan aktivitas siswa di dalam kelas saat wali kelas tidak ada di ruang kelas.

Beberapa kamera pintar pada CCTV dapat mengidentifikasi area mana di kelas yang kurang aktif, atau momen kapan siswa mulai kehilangan fokus. Dari pantauan tersebut dapat digunakan wali kelas sebagai bahan untuk evaluasi sehingga dapat menciptakan metode pengajaran yang lebih menyenangkan.

Bangun Ekosistem Digital Sekolah dengan Solusi Digital dari Indibiz

Semua hal di atas akan lebih mudah diterapkan jika sekolah punya ekosistem digital yang terintegrasi. Dalam kesempatan hadir di salah satu event besar Telkom di bulan Mei kemarin, aku dapati produk layanan Indibiz yang merupakan bagian dari Telkom Group hadir sebagai solusi digital yang memberikan manfaat IoT antara guru dan murid untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif dan efisien.

Indibiz mendukung penuh transformasi digital di sektor pendidikan dengan menghadirkan berbagai produk dan layanan digital untuk sekolah, diantaranya koneksi internet cepat dan stabil, sistem manajemen sekolah, aplikasi pembayaran untuk kemudahan sistem administrasi sekolah, hingga dukungan Microsoft 365 for Edu untuk kemudahan kolaborasi dalam proses belajar mengajar.

Seluruh solusi digital yang praktis tersebut dapat diaplikasikan di jenjang pendidikan dasar (TK/SD), Pendidikan Menengah (SMP/SMA), Pendidikan Tinggi, hingga Lembaga Pendidikan Informal.

Kesimpulan

Di tengah perubahan zaman yang serba digital, tentunya peran guru dan wali kelas tidak boleh ketinggalan. Penerapan IoT di kelas bukan cuma tentang alat, tapi tentang bagaimana caranya sebagai guru inovatif mampu menjadikan teknologi sebagai sahabat dalam mendidik sehingga dapat membangun kelas yang lebih pintar, lebih nyaman, dan lebih menyenangkan bagi para siswa.

Tinggalkan komentar