
Kebersihan dan keamanan rumah sakit akan menentukan kenyamanan kamu selama berobat. Selain itu, keduanya dapat membantu mengurangi risiko penularan bakteri resistan dan infeksi nosokomial, yaitu infeksi yang muncul di lingkungan pelayanan kesehatan. Lingkungan yang higienis juga dapat membantu pasien dan keluarga merasa lebih tenang ketika menjalani pemeriksaan maupun perawatan.
Jadi sebelum menentukan tempat berobat, kamu dapat menilai fasilitas rumah sakit melalui informasi mutu dan pengamatan langsung. Perhatikan apakah rumah sakit memiliki sertifikasi akreditasi, menjaga kebersihan area perawatan, mengelola limbah medis, serta menerapkan prosedur sterilisasi dan keselamatan pasien. Untuk mencari informasi layanan kesehatan keluarga, kamu juga dapat mengunjungi bunda.co.id/id. Berikut lima indikator yang bisa menjadi perhatian kamu.
Indikator Kebersihan Dan Keamanan Rumah Sakit
Lima aspek berikut dapat membantu kamu mengenali upaya rumah sakit dalam menjaga higienitas dan keselamatan pasien. Informasi yang tersedia di fasilitas maupun situs resmi rumah sakit dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum berobat.
1. Memiliki Sertifikasi Akreditasi Resmi
Akreditasi menjadi salah satu indikator mutu dan keselamatan pelayanan rumah sakit. Sumber menyebutkan bahwa rumah sakit berkualitas mengantongi akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan atau KARS. Sertifikasi tersebut menunjukkan kepatuhan terhadap standar keselamatan pasien dan manajemen mutu klinis.
Kamu dapat mencari informasi akreditasi di lobi utama atau situs resmi rumah sakit. Akreditasi internasional seperti Joint Commission International (JCI) juga dapat menunjukkan penerapan standar keselamatan medis berskala global. Pengawasan berkala oleh lembaga independen turut memastikan fasilitas dan tata kelola mengikuti regulasi kesehatan terkini.
2. Menjaga Kebersihan Area Perawatan
Kondisi koridor, ruang tunggu, kamar pasien, dan toilet dapat memberi gambaran tentang pengelolaan kebersihan rumah sakit. Area tersebut sebaiknya dibersihkan secara terjadwal menggunakan disinfektan untuk membasmi kuman. Kamu juga dapat memperhatikan apakah lingkungan terlihat terawat dan toilet dalam keadaan bersih serta kering.
Perhatikan pula ketersediaan cairan pembersih tangan berbasis alkohol di koridor agar pengunjung mudah menjaga kebersihan tangan. Di ruang perawatan, sistem sirkulasi udara dengan penyaring HEPA bertekanan khusus perlu dipelihara untuk membantu menekan polutan mikroba. Kebersihan lingkungan dapat mendukung kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.
3. Mengelola Limbah Medis Terstandar
Pemisahan limbah medis merupakan bagian penting dari upaya mencegah pencemaran patogen. Limbah infeksius ditempatkan dalam kantong kuning, benda tajam seperti jarum dibuang ke wadah khusus atau safety box, sedangkan limbah domestik dipisahkan. Pengelolaan yang teratur juga membantu melindungi tenaga kesehatan dan lingkungan sekitar.
Kamu dapat memperhatikan apakah rumah sakit memiliki tata kelola limbah yang jelas. Residu infeksius perlu dimusnahkan menggunakan teknologi seperti autoklaf suhu tinggi atau insinerator berizin. Sementara itu, air limbah harus melalui pengolahan di instalasi pengolahan air limbah (IPAL), termasuk proses netralisasi klorinasi, sebelum dialirkan ke saluran drainase kota.
4. Menerapkan Protokol Sterilisasi Ketat
Peralatan medis yang digunakan untuk tindakan invasif perlu melalui proses sterilisasi terstandar. Pengelolaan dapat dilakukan melalui instalasi Central Sterile Supply Department (CSSD), yaitu unit yang menangani sterilisasi alat. Prosesnya mencakup pencucian, pengemasan steril, dan pemanasan menggunakan autoklaf uap.
Alat yang sudah steril diberi indikator strip kimia dan batas kedaluwarsa sebelum dikirim ke unit tindakan. Selain itu, dokter dan staf paramedis perlu menjalankan panduan kebersihan tangan enam langkah dari World Health Organization sebelum menyentuh pasien. Sarung tangan steril dan alat pelindung diri sekali pakai juga perlu diganti saat berganti pasien untuk mengurangi risiko penularan kuman.
5. Menyediakan Fasilitas Keselamatan Pasien
Perhatikan fasilitas fisik yang membantu pasien bergerak dan meminta pertolongan. Pegangan dinding serta lantai anti-licin dapat mengurangi risiko terpeleset, sedangkan tempat tidur perawatan sebaiknya dilengkapi pengaman samping. Tombol panggil perawat yang responsif juga memudahkan pasien meminta bantuan dalam keadaan darurat.
Rumah sakit perlu menyediakan jalur evakuasi, pintu darurat yang bebas hambatan, dan sistem pemadam api otomatis. Kesiapan tim medis juga penting, khususnya di instalasi gawat darurat.
Daftar Akun Di Website Bunda.co.id
Sebelum memilih tempat berobat, kamu dapat mempertimbangkan akreditasi, kebersihan ruang, pengelolaan limbah, sterilisasi alat, dan kesiapan fasilitas keselamatan. Kelima indikator ini memberi gambaran tentang upaya rumah sakit dalam menjaga mutu pelayanan dan melindungi pasien. Pemeriksaan informasi tersebut dapat membantu kamu dan keluarga merencanakan perawatan dengan lebih cermat.
Untuk mengakses informasi layanan kesehatan dan melakukan reservasi, kamu dapat mendaftar akun melalui website Bunda.co.id atau aplikasi OneBunda. Jika membutuhkan panduan pendaftaran atau informasi layanan medis, hubungi Call Center RS Bunda di 1-500-799. Untuk situasi darurat, kamu dapat langsung menuju UGD 24 Jam RS Bunda Group.







