
Transformasi digital membawa kemajuan pesat pada sektor industri manufaktur, seperti adopsi teknologi AI dan IoT dalam bisnis untuk efisiensi operasional hingga kecepatan layanan. Namun di balik semua itu, muncul tantangan besar bagi sebuah bisnis, yaitu manajemen cyber security terutama perusahaan yang mengandalkan data dalam skala besar.
Keamanan data kini bukan hanya soal kepatuhan, tapi juga menyangkut reputasi, keberlanjutan, dan kepercayaan pelanggan terhadap suatu bisnis. Oleh karena itu, ini bisa menjadi tanggung jawab yang besar bagi tim IT support karena serangan siber bisa terjadi kapan saja dan dampaknya bisa menjadi sangat fatal bagi operasional perusahaan.
Risiko Serangan Siber yang Semakin Meningkat
Serangan siber bisa terjadi kapan saja, dan saat tidak lagi tertuju pada perusahaan skala multinasional saja, melainkan perusahaan rintisan dengan infrastruktur digital yang kompleks juga menjadi target empuk. Banyak serangan siber modern yang beroperasi secara diam-diam, mencuri data dan merusak sistem dari dalam sebelum akhirnya menunjukkan dampak yang besar. Dan salah satu serangan siber yang akhir-akhir ini semakin meningkat yaitu ransomware.
Ancaman ransomware ini tidak cuma menyerang sistem, namun juga mengunci akses ke data operasional inti. File penting data perusahaan dienkripsi yang mengakibatkan sistem lumpuh, dan pelaku serangan ini menuntut tebusan dalam jumlah besar agar perusahaan mendapatkan kunci dekripsinya.
Selain ancaman ransomware, risiko kebocoran data kini juga semakin marak. Jika perusahaan mengalami masalah ini, maka harus siap menanggung tuntutan hukum hingga bahkan lambat laun perusahaan akan kehilangan kepercayaan pelanggan. Itulah mengapa cyber security kini menjadi bukan sekadar pelengkap sistem IT, tapi juga merupakan kebutuhan bisnis di era digitalisasi.
Cyber Security Adalah Pilar Bisnis Modern
Masih banyak yang beranggapan jika cyber security hanya sebagai urusan teknis. Padahal perlindungan data dalam sebuah bisnis membutuhkan pendekatan secara keseluruhan. Dalam hal ini sebuah perusahaan perlu membangun sistem keamanan berlapis yang mencakup monitoring jaringan secara real-time, proteksi endpoint, manajemen akses berbasis hak istimewa, hingga sistem deteksi ancaman siber yang akurat dan responsif.
Baca juga:
Selain meningkatkan lapisan keamanan sistem, kesiapan tim IT yang cerdas dalam memahami pentingnya setiap detail dalam menjaga integritas data serta siap bereaksi cepat saat menemukan anomali sistem dan mampu mengaktifkan jalur pemulihan secara mandiri untuk memastikan data perusahaan tetap aman dari serangan siber yang terjadi.
Telkom Solution Sebagai Mitra Cyber Security Dalam Bisnis
Dalam strategi memperkuat sistem keamanan digital, banyak bisnis kini menjalin kolaborasi dengan penyedia solusi keamanan yang andal. Salah satu pilihan lokal yang dapat diandalkan adalah solusi digital dari Telkom Solution.
Solusi digital dari Telkom Solution ini dirancang untuk melindungi seluruh lapisan sistem TI, mulai dari sistem jaringan (network layer) hingga ke sisi manusia (human layer). Ini termasuk endpoint detection and response, DDOS mitigation, hingga data privacy di application layer.
Telkom juga bekerja sama dengan beberapa anak perusahaannya untuk menghadirkan solusi menyeluruh untuk kebutuhan cyber security perusahaan skala besar.

Seperti salah satunya Digiserve dengan layanan Cyber Threat Intelligence yang akan memberikan analisa dan deteksi dini terhadap serangan siber dari luar. Sehingga jika terdeteksi serangan siber, maka akan memberikan peringatan dini sebelum serangan tersebut masuk ke sistem perusahaan.
Selain Digiserve, Telkom juga menggandeng TelkomSigma dengan menawarkan dua solusi digital, yang pertama, Prisma Access Browser dari Palo Alto yang memungkinkan mengatur akses pengguna sesuai dengan kebijakan keamanan perusahaan. Kemudian yang kedua adalah dukungan Web Application and API Protection (WAAP) yang dirancang untuk melindungi sistem berbasis Application Programming Interface (API), ini berguna untuk melindungi aplikasi yang terhubung protokol API dari berbagai serangan siber.
Kedepannya, Telkom Solution akan menerapkan strategi Defense in Depth yang merupakan strategi pendekatan keamanan berlapis untuk seluruh aspek sehingga tidak hanya melibatkan langkah-langkah preventif yang ketat, tetapi juga akan mengutamakan analisis data yang lebih akurat dan pemantauan secara real-time untuk mendeteksi potensi ancaman siber sebelum menjadi masalah yang lebih besar.



