
Pelapis anti bocor atau waterproofing banyak digunakan dalam berbagai kebutuhan konstruksi untuk melindungi permukaan bangunan dari rembesan dan kebocoran karena paparan air. Namun, dalam beberapa situasi, pelapis anti bocor sering mengalami kerusakan seperti retak, mengelupas, atau kehilangan daya lindungnya dalam waktu yang singkat.
Kondisi tersebut tentunya sangat tidak menguntungkan, pelapis anti bocor yang cepat rusak dapat mengurangi performa perlindungan bangunan terhadap air. Saat lapisan waterproofing mulai rusak, air hujan dapat lebih mudah masuk ke dalam permukaan bangunan melalui sela-sela atau retakan kecil. Akibatnya akan muncul kebocoran, jamur, noda lembab, hingga kerusakan lainnya pada bangunan. Jika tidak ditangani maka rembesan air akan membawa masalah lebih serius pada bangunan yang menyebabkan biaya perbaikan jauh lebih besar.
Lalu, apa saja sebenarnya penyebab dan bagaimana tips membuat pelapis anti bocor lebih tahan lama? Jangan lewatkan penjelasannya berikut ini.
Faktor Penyebab Pelapis Anti Bocor Tidak Bertahan Lama
Terdapat beberapa faktor penting yang menyebabkan pelapis anti bocor cepat mengalami kerusakan yang bahkan jauh dari masa perlindungan yang diharapkan. Bukan semata-mata karena kualitas produknya, berikut faktor lain yang perlu kamu ketahui!
1. Pengaplikasiaan yang Salah
Penyebab utama pelapis anti bocor tidak bertahan lama adalah kesalahan dalam pengaplikasian produk. Kesalahan ini dimulai dari permukaan bangunan yang tidak dipersiapkan dengan baik. Sebelum pengaplikasian, permukaan bangunan harus dipastikan bersih dari kotoran dan tidak ada kerusakan sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan oleh produk pelapis. Jika permukaan bangunan masih kotor dan terdapat kerusakan maka pelapis tidak bisa menempel dengan sempurna dan akan mudah mengelupas dalam waktu singkat.
Selain itu, kesalahan seperti takaran pencampuran dan ketebalan lapisan yang tidak tepat, jumlah lapisan yang kurang, dan metode pengaplikasian yang tidak sesuai dengan karakteristik produk juga dapat mempercepat kerusakan pada lapisan waterproofing. Oleh karena itu, selalu ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada produk agar pelapis anti bocor dapat bekerja secara optimal sesuai dengan fungsi yang dirancang.
2. Terpapar Cuaca yang Ekstrem
Waterproofing yang diaplikasikan di area outdoor memang lebih rentan mengalami kerusakan daripada yang diaplikasikan di area indoor. Pelapis harus menghadapi berbagai kondisi perubahan cuaca yang ekstrem, mulai dari hujan, panas terik matahari, perubahan suhu, hingga kelembapan. Akibatnya lapisan lama kelamaan akan mudah mengalami kerusakan seperti retak, mengelupas, hingga penurunan performa.
Baca juga:
3. Salah Memilih Jenis Pelapis Anti Bocor
Penyebab selanjutnya pelapis anti bocor tidak bertahan lama adalah kesalahan dalam memilih produk sesuai kebutuhan. Perlu diingat bahwa tidak semua produk waterproofing itu dapat digunakan untuk setiap area bangunan. Kondisi permukaan dan intensitas paparan air pada setiap area bangunan berbeda baik di area atap, dinding luar, kamar mandi, balkon, atau bahkan ruangan bawah tanah. Penggunaan pelapis yang tidak sesuai dengan kebutuhan dapat menyebabkan lapisan tidak bisa bekerja optimal untuk menghadapi kondisi lingkungan di area tersebut.
4. Terdapat Genangan Air
Adanya genangan air merupakan salah satu penyebab waterproofing tidak dapat bertahan lama terutama pada bagian yang tidak memiliki sistem drainase yang baik. Air yang tertahan karena tidak bisa mengalir dapat meningkatkan beban tekanan dan risiko kerusakan pada lapisan anti bocor.
Tips Agar Pelapis Anti Bocor dapat Bertahan Lama

Agar pelapis anti bocor dapat memberikan performa yang optimal dalam menjaga bangunan milikmu, maka prosesnya harus diperhatikan baik dari awal pemilihan produk, pengaplikasian, hingga perawatannya. Yuk ikuti tips berikut ini agar pelapis anti bocor kamu bisa tahan lama!
1. Persiapkan Permukaan dengan Baik sebelum Pengaplikasian
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam menggunakan pelapis anti bocor adalah terburu-buru dalam pengaplikasiannya, padahal permukaan yang ingin dilapisi belum benar-benar siap. Maka dari itu, pastikan permukaan sudah siap dilapisi dengan terbebas dari kotoran seperti debu, minyak, lumut, dan kotoran lainnya.
Jadi ditemukan permukaan yang rusak atau terdapat lapisan lama yang mengelupas, maka lakukan perbaikan terlebih dahulu. Tahapan persiapan awal ini sangat penting agar daya rekat pelapis semakin kuat.
2. Pilih Jenis Produk sesuai Kebutuhan
Jangan sembarangan memilih pelapis anti bocor secara sembarangan, apalagi hanya berdasarkan harga dan klaim yang diberikan. Perhatikan terlebih dahulu kondisi dan area yang akan dilapisi, apakah berada di luar bangunan dan apakah di area yang rentan kena paparan air. Pelapis untuk area outdoor harus memiliki karakteristik yang dapat bertahan dengan paparan perubahan cuaca, begitu juga dengan area yang sering terkena air. Pemilihan jenis produk berdasarkan kebutuhan akan mengurangi risiko pelapis anti bocor rusak atau tidak bekerja secara optimal.
3. Aplikasikan Pelapis sesuai Petunjuk
Setiap produk memiliki aturan penggunaan berbeda yang harus kamu perhatikan agar pelapis dapat memberikan ketahanan yang optimal. Ikuti petunjuk penggunaan yang terlampir mulai dari persiapan material, alat yang digunakan, ketebalan lapisan, jumlah lapisan, hingga waktu pengeringan. Hindari mengubah takaran atau mencampurkan material lain secara sembarangan tanpa melihat petunjuk yang ada karena perubahan campuran dapat mengubah karakteristik dan kinerja pelapis.
4. Lakukan Pemeriksaan dan Perawatan secara Berkala
Pelapis anti bocor yang telah diaplikasikan tetap perlu dilakukan pemeriksaan dan perawatan berkala untuk menjaga performanya. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat retakan, gelembung, pengelupasan, atau kerusakan lainnya pada pelapis. kamu bisa melakukannya secara berkala terutama setelah musim hujan atau saat muncul tanda-tanda rembesan pada bangunan.
Jika kamu menemukan bagian pelapis yang mulai rusak, segera lakukan perbaikan sebelum kebocoran muncul atau menyebar. kamu perlu mengidentifikasi penyebab kerusakan untuk melakukan perbaikan sesuai dengan kondisi lapisan. Perbaikan yang dilakukan lebih awal dapat membantu mempertahankan fungsi lapisan sekaligus mencegah kerusakan yang lebih parah.
Cari Produk Pelapis Anti Bocor Terbaik? Berikut Rekomendasinya
Pelapis anti bocor yang mudah rusak, bisa menguras kantong kamu karena pengerjaan waterproofing harus dilakukan berulang kali. Selain faktor cara pengaplikasian yang salah dan kondisi cuaca, kualitas produk pelapis waterproofing juga menjadi salah satu penyebab lapisan anti bocor tidak tahan lama.
Maka dari itu, jangan pilih produk pelapis anti bocor secara sembarangan. Pilihlah pelapis anti bocor dengan kualitas terbaik seperti produk waterproofing Sikalastic®-590 Deckseal dari Sika Indonesia. Sika merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bahan kimia untuk proyek dan pencetus waterproofing semen pertama di Indonesia. Telah berpengalaman selama kurang lebih 115 tahun menangani proyek besar di dalam maupun luar negeri.
Sikalastic®-590 Deckseal merupakan salah satu produk unggulan dari Sika yang memiliki ketahanan melapisi bangunan agar terhindar dari paparan air dan sinar UV. Pelapis ini memiliki daya rekat yang bagus dan kemampuan melepas uap air dari permukaan ke udara.
Jadi masih bingung cari produk pelapis anti bocor terbaik untuk kebutuhan proyek kamu? langsung saja hubungi tim Sika untuk berkonsultasi lebih lanjut. Jangan tunggu sampai bangunan kamu sudah bocor dimana-mana ya.







