
Proses produksi susu pertumbuhan tidak selalu sama antar merek, dan AceKid menjadi salah satu produk yang memperkenalkan sistem one-step fresh di pasar Indonesia. Perbedaan utamanya terletak pada bentuk bahan awal dan jumlah tahapan yang dilalui sebelum menjadi produk bubuk.
Memahami perbedaan ini membantu orang tua menilai produk secara lebih utuh, bukan hanya berdasarkan klaim nutrisi di bagian depan kemasan.
Alur proses konvensional
Pada sebagian produk, komponen susu diproses terlebih dahulu menjadi bubuk di fasilitas awal. Bahan tersebut kemudian dapat disimpan atau dikirim ke pabrik formula.
Di fasilitas berikutnya, bahan susu bubuk dilarutkan kembali, dicampur dengan sumber lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan komponen lain, lalu dikeringkan ulang menjadi produk akhir.
Alur ini memberi fleksibilitas karena bahan dapat diperoleh dari berbagai sumber dan lokasi. Namun, konsekuensinya adalah adanya lebih dari satu tahap pengeringan dan pemanasan.
Perlu ditegaskan bahwa proses bertahap tidak berarti produknya tidak aman. Setiap produsen tetap wajib menjalankan pengendalian mutu dan memenuhi standar keamanan pangan.
Alur one-step fresh
Pada sistem one-step fresh, susu segar diproses langsung menjadi produk bubuk melalui satu rangkaian terintegrasi. AceKid menyebut prosesnya berlangsung sekitar dua jam sejak susu segar hingga menjadi bubuk.
Pendekatan ini menuntut kedekatan antara peternakan dan fasilitas produksi, kapasitas pendinginan, serta pengendalian mutu bahan baku yang ketat.
AceKid menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan utama dan diklaim sebagai susu pertumbuhan pertama di Indonesia terbuat dari susu segar. Bahan bakunya berasal dari kawasan golden milk source dengan pendekatan natural and fresh dan konsep traceable milk source.
Baca juga:
Apa dampaknya pada nutrisi?
Sejumlah komponen dalam susu, seperti protein bioaktif, vitamin, dan enzim tertentu, dapat sensitif terhadap pemanasan dan pengolahan berulang.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), menjelaskan hal tersebut.
“Dengan proses pengolahan yang lebih ringkas, kualitas nutrisi alami susu diharapkan tetap terjaga karena tidak mengalami paparan panas tinggi secara berulang,” ujar Prof. Rini.
Kata “diharapkan” perlu diperhatikan. Proses ringkas bukan satu-satunya penentu mutu karena pengendalian suhu, kebersihan fasilitas, pengujian, formulasi, pengemasan, dan penyimpanan juga berpengaruh.
Yang tetap perlu diperiksa
Perbedaan proses sebaiknya dibaca bersama komposisi produk. AceKid, misalnya, diposisikan sebagai susu tanpa maltodekstrin dan susu tanpa perisa sintetik, serta tidak menggunakan tambahan sukrosa maupun sirup jagung .
Produk ini juga menggunakan teknologi flash dissolution untuk membantu bubuk lebih cepat dan mudah larut tanpa gumpalan. Teknologi tersebut berkaitan dengan kelarutan dan pengalaman penyajian, bukan jaminan penyerapan lebih baik atau pencernaan nyaman.
Maltodekstrin sendiri merupakan karbohidrat hasil pemecahan pati dan keberadaannya tidak otomatis membuat produk berbahaya. Karena itu, tidak ada satu produk yang pasti menjadi susu cocok untuk semua anak.
Sebelum membeli, lakukan Cek Komposisi, periksa Informasi Nilai Gizi, alergen, tahap usia, nomor izin edar BPOM, status halal, dan aturan penyajian. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak apabila anak memiliki alergi, intoleransi, atau gangguan pencernaan berulang.






