
Pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh jumlah kendaraan yang digunakan masyarakat, tetapi juga kesiapan berbagai pendukung di belakangnya. Salah satu unsur penting adalah ekosistem baterai kendaraan listrik yang mencakup teknologi baterai, fasilitas penukaran, stasiun pengisian, hingga layanan yang membuat penggunaan kendaraan listrik semakin praktis. TBS melalui bisnis mobilitas listriknya turut mengembangkan berbagai bagian pendukung tersebut untuk mendorong terbentuknya transportasi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
Pengembangan ekosistem secara terpadu juga dapat meningkatkan kemudahan pengguna, memperluas akses terhadap layanan energi, serta mendukung pertumbuhan mobilitas listrik yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut turut membuka peluang bagi terciptanya inovasi baru, peningkatan efisiensi, dan pengalaman berkendara yang semakin sesuai dengan kebutuhan mobilitas masa kini.
Peran Baterai dalam Mobilitas Listrik
Baterai menjadi salah satu komponen utama yang menentukan pengalaman pengguna kendaraan listrik. Kemampuan baterai dalam menyimpan energi berkaitan dengan jarak tempuh, waktu penggunaan, serta kebutuhan pengisian kembali. Karena itu, pengembangan teknologi baterai perlu berjalan beriringan dengan penyediaan sarana yang memudahkan pengguna.
TBS melalui Electrum mengembangkan bisnis kendaraan listrik roda dua beserta infrastruktur pendukungnya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik membutuhkan sistem yang saling terhubung, bukan hanya kendaraan sebagai produk akhir. Dengan dukungan tersebut, pengguna dapat memperoleh pengalaman mobilitas yang lebih sesuai dengan kebutuhan aktivitas sehari-hari.
Infrastruktur Penukaran Baterai
Salah satu tantangan dalam penggunaan kendaraan listrik adalah kebutuhan mengisi kembali energi. Waktu pengisian dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang memiliki aktivitas padat. Kehadiran fasilitas penukaran baterai menawarkan pendekatan berbeda karena baterai yang digunakan dapat diganti dengan baterai yang telah tersedia.
Infrastruktur semacam ini juga dapat membantu membangun kebiasaan baru dalam menggunakan kendaraan listrik. Dibawah ini beberapa unsur penting yang perlu diperhatikan meliputi:
- Ketersediaan lokasi penukaran baterai yang mudah dijangkau.
- Kemudahan proses penukaran bagi pengguna.
- Jumlah baterai yang memadai untuk mendukung kebutuhan kendaraan.
- Jaringan layanan yang dapat mengikuti pertumbuhan pengguna.
- Teknologi yang membantu menjaga keandalan operasional.
TBS terus memperluas dukungan terhadap mobilitas listrik melalui Electrum. Berdasarkan informasi perusahaan, pada 2025 telah tersedia lebih dari 500 Battery Swapping Station yang mendukung lebih dari 15.000 motor listrik di Jakarta dan sekitarnya. Capaian tersebut memperlihatkan pentingnya pembangunan infrastruktur secara bertahap agar penggunaan kendaraan listrik dapat semakin luas.
Menghubungkan Kendaraan dan Infrastruktur
Pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik juga berkaitan dengan bagaimana kendaraan, baterai, dan fasilitas pendukung dapat bekerja sebagai satu kesatuan. Ketika jaringan penukaran semakin mudah ditemukan, pengguna memiliki lebih banyak kemudahan dalam mengatur mobilitas tanpa terlalu bergantung pada waktu pengisian di satu lokasi.
TBS mengambil peran melalui pengembangan mobilitas listrik yang mencakup kendaraan roda dua dan infrastruktur penukaran baterai. Electrum juga mengembangkan aspek lain dalam rantai nilai, mulai dari perakitan kendaraan, teknologi baterai, infrastruktur penukaran, stasiun pengisian, hingga skema pembiayaan. Pendekatan terintegrasi tersebut dapat membantu memperkuat fondasi industri kendaraan listrik di Indonesia.
Mendorong Pertumbuhan Industri yang Berkelanjutan
Industri kendaraan listrik membutuhkan dukungan jangka panjang agar pertumbuhannya tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kendaraan. Infrastruktur, teknologi, layanan, dan kemudahan akses perlu berkembang secara seimbang. Ketika unsur-unsur tersebut tersedia, masyarakat memiliki alasan yang lebih kuat untuk mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari.
Bagi TBS, pengembangan mobilitas listrik menjadi bagian dari langkah untuk menghadirkan solusi transportasi yang lebih berkelanjutan. Aktivitas Electrum menunjukkan bagaimana pengembangan kendaraan dapat disertai pembangunan infrastruktur pendukung. Dengan pendekatan tersebut, TBS berupaya mengambil bagian dalam perubahan pola transportasi sekaligus memperkuat fondasi industri kendaraan listrik nasional.
Kedepannya, kebutuhan terhadap sistem baterai yang praktis dan infrastruktur yang luas akan semakin penting seiring bertambahnya penggunaan kendaraan listrik. Kehadiran jaringan penukaran baterai yang terus diperluas dapat menjadi salah satu unsur pendukung untuk menciptakan mobilitas yang lebih mudah diakses sekaligus memperkuat ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.
TBS melalui pengembangan Electrum dapat menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut, dengan menghadirkan solusi yang menghubungkan kendaraan, baterai, dan infrastruktur dalam satu pengalaman mobilitas yang semakin terintegrasi.







