Panduan Lengkap Cara Mengurus Visa Schengen dari Indonesia Lewat GoVisa

Photo of author
— 7 menit baca
visa schengen
Ilustrasi pengajuan visa Schengen. (image: freepik.com)

Eropa selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang hobi traveling, di sana kamu bisa mengunjungi berbagai destinasi wisata favorit seperti menikmati pemandangan menara Eiffel di Paris, menyusuri kanal di Amsterdam, menikmati salju di Swiss. Tapi sebelum mulai berangkat, ada satu dokumen penting yang wajib kamu miliki, yaitu visa Schengen. Visa jenis ini memungkinkan kamu bebas bepergian ke 27 negara di kawasan Schengen tanpa perlu visa terpisah di setiap negara.

Namun bagi banyak wisatawan asal Indonesia, proses pengajuan visa Schengen seringkali dianggap rumit dan membingungkan, apalagi jika dilakukan sendiri tanpa pengalaman. Tapi tenang, ada satu cara mengurus visa Schengen dari Indonesia, yakni dengan menggunakan layanan GoVisa, prosesnya bisa jauh lebih praktis, mudah dan bebas stres.

Apa Itu Visa Schengen dan Siapa yang Membutuhkannya?

Visa Schengen adalah dokumen izin resmi yang memungkinkan kamu masuk dan bebas bepergian di 27 negara anggota kawasan Schengen di Eropa, seperti salah satunya Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Belanda, Norwegia, Swiss dan beberapa negara Eropa lainnya. Jadi, dengan satu visa ini, kamu bisa jalan-jalan ke berbagai negara tanpa harus mengurus visa lagi di tiap negara.

Visa ini wajib dimiliki oleh para backpacker yang ingin berlibur, kunjungan keluarga, studi singkat, atau perjalanan bisnis ke wilayah Eropa. Termasuk juga bagi kamu yang hanya transit di bandara kawasan Schengen sebelum melanjutkan penerbangan ke negara lain. Tanpa visa Schengen, kamu tidak akan bisa melewati pemeriksaan imigrasi negara-negara ini walaupun sudah punya tiket dan paspor.

Jenis-Jenis Visa Schengen

Visa Schengen terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan durasi tinggal kamu, yaitu:

1. Short Stay Visa

Visa Schengen jenis ini merupakan visa kunjungan singkat dimana kamu diizinkan untuk tinggal di negara-negara Schengen selama maksimal 90 hari dalam periode 180 hari. Visa jenis ini umumnya digunakan bagi yang ingin liburan, keperluan bisnis singkat, atau kegiatan lainnya yang tidak berencana tinggal lama.

2. Transit Visa

Visa ini digunakan khusus untuk kamu yang hanya transit di negara kawasan Schengen sebelum melanjutkan penerbangan ke negara non-Schengen. Terkadang beberapa orang tidak membutuhkan visa ini, tapi beberapa bandara dan maskapai yang kamu gunakan biasanya penting untuk mengecek jenis visa ini.

3. Long Stay Visa

Jenis visa ini cocok untuk kamu yang ingin tinggal lebih dari 90 hari di negara-negara Schengen, misalnya untuk studi, bekerja, atau mengunjungi keluarga. Pengurusannya lebih kompleks karena memerlukan izin kedutaan besar negara tujuan untuk tinggal jangka panjang.

Persyaratan Umum Mengajukan Visa Schengen

Untuk mengajukan visa Schengen dari Indonesia, ada beberapa dokumen utama yang perlu kamu siapkan:

  1. Paspor asli yang masih berlaku minimal 3 bulan setelah tanggal kepulangan, dengan setidaknya dua halaman kosong untuk keperluan cap masuk dan keluar dari kawasan Schengen.
  2. Formulir permohonan visa Schengen yang sudah diisi lengkap dan benar. Formulir ini mencakup informasi pribadi, rencana perjalanan, informasi kontak, dan informasi lainnya yang relevan.
  3. Foto terbaru berwarna dengan latar belakang putih ukuran 35mm x 45mm. Foto dengan wajah terlihat jelas tanpa aksesoris tambahan seperti topi, kacamata hitam, dan benda lainnya yang menutupi wajah.
  4. Bukti rencana perjalanan, seperti tiket pesawat pulang-pergi dan itinerary (rencanana harian perjalanan kamu).
  5. Bukti akomodasi, seperti reservasi hotel atau surat undangan dari keluarga, teman, ataupun kolega bisnis.
  6. Bukti keuangan (slip gaji atau rekening koran 3 bulan terakhir) yang menunjukkan kemampuan kamu membiayai perjalanan.
  7. Polis asuransi yang berlaku di seluruh wilayah Schengen dengan nilai minimal perlindungan asuransi sebesar €30.000. Asuransi ini untuk perlindungan jika terjadi keadaan darurat di Kawasan Schengen.
  8. Dokumen pendukung lainnya sesuai kebutuhan visa dan tujuan kamu.

Tips Agar Visa Schengen Kamu Mudah Disetujui

Mau visa Schengen kamu cepat approved dan tanpa drama penolakan? Simak beberapa tips berikut ini:

1. Bangun Riwayat Perjalanan Internasional

Memiliki riwayat kunjungan ke negara yang proses visanya ketat seperti Jepang, Korea, atau Australia akan jadi nilai tambah. Kalau kamu pernah mengunjungi negara-negara tersebut, pastikan cantumkan visa lama di paspor. Ini menandakan kamu traveler “serius” dan minim risiko overstay.

2. Susun Itinerary Jelas dan Realistis

Petugas imigrasi biasanya memercayai dengan itinerary atau rencana perjalanan yang rinci dan masuk akal. Jangan cuma tulis “mau liburan”, padukan detail seperti “5 hari di Paris dan 3 hari kunjungan bisnis di Belanda”. Sertakan juga bukti reservasi hotel bahkan undangan acara jika ada.

3. Tunjukkan Bukti Ikatan Kuat dengan Indonesia

Kamu wajib meyakinkan petugas bahwa pasti kembali ke Indonesia. Lampirkan dokumen pendukung seperti surat keterangan kerja, slip gaji, surat usaha, bukti kepemilikan aset, atau akta nikah. Bukti keluarga dan pekerjaan tetap akan memperkuat pengajuan, sehingga imigrasi tidak ragu memberikan visa.

4. Pilih Negara Pengajuan yang Lebih Mudah

Negara seperti Prancis dan Jerman dikenal cukup mudah memberikan approval jika dokumenmu lengkap. Hindari negara yang dikenal ketat seperti Italia atau Spanyol untuk pengajuan pertama kali. Negara dengan tingkat approval tinggi cenderung memudahkan prosesmu.

5. Gunakan Asuransi Perjalanan Premium

Asuransi yang baik akan meng-cover kebutuhan visa Schengen di Eropa, perlindungan minimal €30.000, serta mencantumkan perlindungan evakuasi dan kesehatan. Ini cukup untuk bukti jika kamu siap menghadapi risiko selama perjalanan.

6. Hindari Kesalahan Kecil

Banyak pengajuan visa Schengen gagal hanya karena foto tidak sesuai spesifikasi, itinerary asal-asalan, atau bukti keuangan tidak cukup. Oleh karena itu, cek dua kali semua dokumen mulai dari pas foto, rekening koran, hingga bukti akomodasi. Hindari juga data fiktif, karena kedutaan dapat dengan mudah menolak pengajuan jika menemukan kejanggalan.

7. Gunakan Layanan Profesional

Jika kamu ragu atau tidak mau ambil risiko, gunakan bantuan dari layanan profesional seperti GoVisa. Mereka akan bantu cek dan susun dokumen yang diperlukan untuk memastikan pengajuan kamu memenuhi standar kedutaan sehingga peluang approval semakin besar.

Mengapa Gunakan GoVisa untuk Urus Visa Schengen?

GoVisaUntuk cara mengurus visa Schengen dari Indonesia bisa terasa sangat ribet dan memakan waktu, apalagi kalau kamu belum pernah melakukannya sebelumnya. Untungnya, ada GoVisa, sebuah layanan profesional yang berfokus dalam pengurusan visa luar negeri.

GoVisa telah membantu lebih dari 25.000 traveler Indonesia untuk mendapatkan visa ke berbagai negara, termasuk visa Schengen. Selain itu, GoVisa juga dikenal dengan tingkat keberhasilan mencapai 99% approval rate.

Berikut ini alasan kenapa GoVisa bisa jadi pilihan terbaik bagi kamu dalam mengurus visa Schengen:

1. Konsultasi Persyaratan Visa Gratis

Kamu bisa langsung berkonsultasi dengan Visa Expert berpengalaman yang akan membantu menilai kelayakan dokumen pengajuanmu, menjawab setiap pertanyaan, dan memberikan panduan lengkap GoVisa yang disesuaikan dengan kebutuhan dan negara tujuan kamu. Jadi, tidak perlu lagi bingung menentukan dokumen mana yang wajib disiapkan dan mana yang opsional.

2. Penyediaan Dokumen Pendukung Lengkap

Tidak hanya membantu kamu menyiapkan dokumen utama untuk mengajukan visa saja, GoVisa juga menyediakan dokumen pendukung seperti booking tiket pesawat dan hotel, serta itinerary perjalanan yang lengkap dan profesional. Semua dokumen akan disiapkan dengan standar kedutaan negara tujuan sehingga meningkatkan peluang kamu untuk mendapatkan persetujuan visa.

3. Tidak Perlu Repot Datang ke Kedutaan

GoVisa memiliki perwakilan resmi yang dapat mewakili kamu mengajukan visa langsung ke kedutaan. Jadi, kamu cukup menyerahkan kelengkapan dokumen dari rumah yang sesuai panduan lengkap GoVisa, selanjutnya tim GoVisa yang mengurus semua proses pengajuannya. Ini sangat menghemat waktu dan tenaga, apalagi untuk kamu yang sibuk atau belum pernah mengurus visa sendiri.

4. Tersedia Risk Assessment Test Sebelum Pengajuan

Sebelum menyerahkan dokumen ke kedutaan, tim GoVisa melakukan risk assessment test untuk mengevaluasi kemungkinan visa kamu disetujui. Jika ada kekurangan, mereka akan membantu memperbaikinya agar aplikasi kamu lebih kuat dan minim risiko penolakan.

5. Proses Aman, Mudah, dan Transparan

Seluruh proses pengajuan visa berjalan transparan dan bisa kamu juga bisa pantau kapan saja. GoVisa terus berupaya menjaga kerahasiaan dokumen dan data pribadimu dengan standar keamanan tinggi, sehingga kamu tidak perlu khawatir soal privasi.

6. Dipercaya Ribuan Traveler dari Berbagai Kalangan

Hingga saat ini, ada lebih dari 25.000 pemohon visa dari berbagai latar belakang, mulai backpacker, keluarga traveler, hingga pelaku bisnis, telah mempercayakan pengurusan visa mereka kepada GoVisa dengan tingkat keberhasilan approval mencapai 99%. Ini membuktikan profesionalisme dan kualitas layanan ini bisa kamu andalkan.

Kesimpulan

Mengurus visa Schengen kini tak lagi rumit kalau kamu tahu caranya. Intinya, pastikan kamu menyiapkan semua dokumen dengan lengkap dan memilih layanan terpercaya seperti GoVisa yang sudah terbukti memudahkan proses pengajuan visa Schengen dari Indonesia.

Jadi, tunggu apa lagi? Jangan biarkan prosedur mengurus visa Schengen menghalangimu menjelajah keindahan Eropa. Kunjungi GoVisa sekarang juga dan mulai pengajuan visa Schengen kamu!

Tinggalkan komentar